Haiii.... Haiiii.... haiiiii.... Jumpa lagi kita gaeesss....
Jas Merah (Jangan sekali-kali melupakan sejarah) - Ir. Soekarno -
Loh.... loh.... apa nih kok ada kutipan itu, mau bahas sejarah? Iyaaaaa dong gaess.... Di jaman kita sekarang yang serba modern seperti sekarang ini, kita ga boleh lupa dengan sejarah, lalu mengejek orang jaman dahulu sebagai orang yang kurang maju gaes.... Kenapa? karena apa yang kita perlukan sekarang adalah bukti nyata kehebatan orang-orang masa lampau gaes, termasuk kehadiran listrik.
Listrik pada era modern seperti sekarang ini sudah menjadi komoditi atau kebutuhan utama peradaban manusia. Nyaris tidak ada satu kegiatan manusia pun yang tidak membutuhkan listrik. Mulai dari gadget, (hayo siapa yang tidak memerlukan gadget?) kendaraan, aktifitas rumah tangga, perkantoran, dll selalu membutuhkan bantuan listrik. Jadi bisa dibayangkan apabila terjadi mati listrik atau ketiadaan listrik maka aktifitas kita akan terganggu. Lantas darimana sih listrik itu berasal?
Mungkin kalau kita mengingat dulu, sebagian dari kita mendapat informasi awal mengenai listrik pada bangku sekolah (SMP/SMA) kita akan menjumpai nama Allesandro Volta sebagai penemu dari Baterai dan nama Michael Faraday sebagai penemu Elektromagnetik yaitu jenis listrik magnet. Ternyata gaes kalau kita menelisik lebih jauh lagi, kita akan tercengang.... mengapa? Karena ternyata percobaan lebih awal sudah terjadi sekitar 500 tahun Sebelum Masehi gaes, iyaaa sebelum masehi (nah kan orang jaman dahulu hebat-hebat, buktinya sekarang kita hanya tinggal menikmati karya mereka). Iyap, adalah seorang bernama Thales cendekiawan yang berasal dari Yunani sekitar tahun 640 – 546 SM, dimana beliau melakukan sebuah percobaan dengan menggosok batu amber (elektron dalam bahasa Yunani) dengan bulu kucing dan mengambil sedikit bulunya. Karena penasaran, beliau pun menulis tentang batu amber yang bermuatan setelah digosok tersebut. Kejadian yang dialaminya menggambarkan apa yang disebut dengan listrik statis sekarang ini. Namun, saat itu beliau belum mengetahui nama proses dari peristiwa tersebut. Masih ingat gaes? dulu mungkin pada bangku sekolah kita juga melakukan percobaan yang serupa, dengan menggosokan penggaris ke rambut kita lalu kita dekatkan pada kertas-kertas, sehingga kertas tersebut akhirnya menempel pada penggaris tersebut gaes.
Penelitian tentang gaya gerak dari batu amber tersebut kemudian dilanjutkan oleh seorang Ilmuwan asal Inggris bernama William Gilbert di tahun 1733. Ia menyebutkan kejadian yang dialami Thales adalah elektrik yang diambil dari kata Yunani Elektron atau batu amber. Selanjutnya, pada tahun 1739, Charles du Fay berkebangsaan Prancis akhirnya mengetahui bahwa elektrik yang dimaksud terdiri dari kutub Positif dan Negatif (+ dan -). Penelitian itu kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Benyamin Franklin, beliau adalah seorang ilmuwan sekaligus penulis, penerbit, dan diplomat Amerika. Franklin pun membuktikan bahwa petir adalah bentuk alami dari listrik. Karena masih penasaran, beliau pun melakukan percobaan. Saat itu Franklin menerbangkan layang – layang menggunakan kunci besi di bawahnya. Ketika petir menyambar, percikan kecil mulai menyambar kunci dan melompat ke pergelangan tangan nya.
Di tahun 1800, Alessandro Volta mengemukakan pendapatnya, bahwa listrik itu sebenarnya seperti air. Artinya, listrik memiliki banyak manfaat karena terdapat banyak tenaga di dalamnya. Beliau akhirnya berhasil membuat batu baterai dari tumpukan volta yang terbuat dari lempengan tipis tembaga dan seng, lalu dipisahkan dengan karton lembab. Ini dia asal mula ditemukannya batu baterai sebagai sumber energi listrik. Penelitian tentang listrik ini terus berlanjut hingga akhirnya Michael Faraday menemukan Elektromagnetik yaitu jenis listrik magnet. Menurutnya, jika listrik bisa menghasilkan magnet (sebagaimana percobaan pertama), lantas mengapa magnet tidak dapat menghasilkan listrik?
Pertanyaan tersebut akhirnya terjawab pada tahun 1831. Faraday menyimpulkan bahwa listrik dapat dihasilkan melalui magnet dan perak. Beliau menemukan adanya magnet yang dipindahkan di dalam gulungan kawat tembaga. Ternyata, sebuah arus listrik kecil dapat mengalir melalui kawat. Hingga kemudian muncul apa yang disebut dengan dinamo pembangkit listrik atau Generator listrik.
Dari penjelasan sejarah singkat di atas sungguh terlihat ya gaes, betapa berlikunya dan panjangnya penelitian yang dilakukan oleh beberapa orang sehingga terciptanya listrik seperti saat ini yang boleh kita nikmati yaa gaes. Banyak sekali proses yang harus dilalui para ilmuwan dimulai dari benda-benda sederhana seperti bulu kucing, logam, batu baterai, hingga dikenal sebagai energi listrik. Maka kita patut BERSYUKUR gaes dan kita perlu terus berpartisipasi supaya peradaban manusia boleh terus maju gaes.
Semoga pengetahuan tentang listrik ini menjadi pelajaran untuk kita semua bahwa di dunia ini tak ada yang instan, semua memerlukan proses untuk mencapai tujuan yang diinginkan.